Senin, 05 September 2011

Sang Pengusik


Demi nafas yang tak berhaluan
Atas kesaksian lautan yang melebar
Dan daratan yang diretakkan.
Kuhamparkan goresan-goresan pena
menjadi deskripsi “Sang Pengusik”
yang getarkan elemen-elemen alam
dalam getar varian.

Demi kuatnya kejujuran
Atas terhormatnya Sang Pencipta alam
Kuhaturkan  kagum  padamu
yang  menjadi atmosfer dengan  tertutupnya auratmu
yang  rela menjadi  lampu  pijar dengan segala ilmu yang  kau  amalkan  selalu
yang  tersenyum  atas  respirasi ummat dengan  keluhuran budi segala sifatmu
dan laku yang begitu primer,
               yang dapat menjadi sekunder,
               yang  kebanyakan dianggap tersier.
Kau yang selalu bangkit melalui lembut tuturmu
Pijakan yang kuat atas tali keyakinan pada Rabb-mu
Kualitas amal yang jauh menjulang melebihi kuantitas jenismu.

Kau kunci peradaban, Sayang.
Penutur kajian yang mengalun dengan hamasah yang bekobar,
Serta sumber kearifan yang diidamkan
atas merekahnya realiata zaman yang selalu penuh kemelut
dan tak kunjung berkesudahan.

Kau begitu beruntung, Cantik.
Kau begitu hebat,
Hingga kau bisa usik perasaan bidadari
Sampai cemburu berat.

By : Annisa Nur Azizah

2 komentar: